Cara Menghilangkan Keputihan yang Berbau dengan Alami, Dijamin Ampuh

Keputihan merupakan masalah serius yang sering menimpa wanita, terlebih lagi jika gangguan tersebut diiringi dengan bau yang tidak sedap. Sehingga perlu diketahui cara menghilangkan keputihan yang berbau tersebut untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Kadang kala sudah dicoba untuk menghilangkannya dengan sabun atau pewangi khusus, namun nampaknya masalah tersebut tidak juga menghilang. Lalu cara apa yang bisa dilakukan agar keputihan berbau dapat dihilangkan, berikut ini penjelasannya.

1. Menggunakan Kunyit

Cara pertama yang dapat dilakukan untuk menghilangkan keputihan berbau yaitu dengan kunyit. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa senyawa kurkumin di dalam kunyit dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan jamur penyebab keputihan.

Dengan mengkonsumsi perasan kunyit setiap hari akan membuat pertumbuhan jamur Candida albicans dan bakteri penyebab infeksi pada vagina terhambat. Berikut langkah-langkah membuat ramuan kunyit:

  • Kuliti 2 buah kunyit dan cuci dengan bersih.
  • Kemudian parut kunyit dan peras sarinya.
  • Tambahkan sedikit air.
  • Bubuhkan 1 sendok makan madu.
  • Minum secara rutin 2 kali sehari.

2. Dengan Bawang Putih

Selain digunakan sebagai bumbu pelengkap dalam proses memasak makanan, bawang putih juga memiliki peran penting dalam melawan kuman penyebab keputihan. Hal ini dikarenakan kandungan zat dalam bawang putih yang bersifat antibakteri dan antijamur.

Untuk mengkonsumsi bawang putih ini dapat dilakukan dengan memakannya secara langsung dalam keadaan mentah, atau dihaluskan dengan cara apapun. Pastikan untuk melakukannya secara rutin dan teratur

3. Menggunakan Daun Sirih

Selain bawang putih, tanaman sirih juga memiliki kandungan zat yang bersifat sebagai antijamur dan antibakteri, zat tersebut dapat ditemukan pada bagian daun sirih. Untuk langkah-langkah menghilangkan keputihan berbau dengan daun sirih yaitu sebagai berikut:

  • Siapkan 3-4 lembar daun sirih.
  • Tambahkan sekitar dua gelas air.
  • Rebus daun sirih dan air tersebut sampai daun layu dan air berubah warna.
  • Saring rebusan daun sirih tersebut.
  • Tunggu hingga suhunya normal kemudian minum air tersebut.
  • Lakukan hal ini setiap hari.

4. Menggunakan Batang Sambiloto

Cara menghilangkan keputihan yang berbau juga dapat dilakukan dengan menggunakan ramuan tradisional yaitu batang sambiloto. Berikut cara menggunakan batang sambiloto untuk mengatasi keputihan:

  • Ambil 3 batang sambiloto dan cuci hingga bersih.
  • Potong-potong menjadi bagian-bagian kecil.
  • Tambahkan 4 gelas air
  • Rebus batang sambiloto dan air.
  • Tunggu hingga airnya berkurang hingga tersisa setengahnya.
  • Dinginkan air rebusan batang sambiloto kemudian saring.
  • Tambahkan madu jika perlu.
  • Minum rebusan air sambiloto tersebut 3 kali dalam sehari.

5. Gunakan Celana dalam dari Bahan Katun

Jangan terlalu sering menggunakan celana dalam dengan bahan sutra, satin, ataupun polyester, beralihlah ke celana dalam berbahan katun. Karena bahan katun memiliki tekstur yang lembut dan dapat mencegah organ intim lembab akibat keringat.

Bahan katun terbuat dari serat kapas yang dapat menyerap keringat dan tidak membuat kulit lembab. Kelembaban juga dapat diakibatkan oleh penggunaan celana yang terlalu ketat, jadi lebih baik untuk menghindarinya.

6. Menjaga Kebersihan Organ Intim dengan Baik

Cara selanjutnya yang bisa dilakukan selain dengan konsumsi ramuan herbal dan mengganti jenis celana dalam, juga perlu untuk tetap menjaga kebersihan vagina. Basuh dengan lembut dan bersihkan vagina dengan air bersih.

Kemudian gunakan handuk lembut untuk membantu menghilangkan keringat, kotoran, dan kulit mati. Jangan gunakan sabun badan ataupun pewangi pada area vagina karena dapat mengganggu pH alami vagina, meski pewangi tersebut khusus untuk area kewanitaan.

Itulah cara menghilangkan keputihan yang berbau dengan alami yang bisa dilakukan sendiri. Jika keputihan berbau belum hilang dalam kurun waktu yang lama segera konsultasikan dengan dokter, karena dikhawatirkan terjadinya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top